sipilis pada wanita

Sipilis Pada Wanita dan Resikonya Terhadap Kandungan

Posted on

Jika ada yang beranggapan jika sipilis hanya bisa menyerang kaum pria, tentu saja itu statement yang salah. Kenyataannya cukup banyak wanita yang menderita penyakit menular seksual ini akibat tertular dari pasangannya maupun karena faktor lain.

Sipilis atau lebih dikenal dengan raja singa ini biasanya memiliki gejala yang mirip baik jika terjadi pada pria maupun wanita.

Secara garis besar sipilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri pathogen yang disebut Treponema Pallidum. Selain melalui kontak seksual (vaginal, anal, oral), penularan penyakit ini bisa melalui pajaran cairan tubuh, misalnya melalui transfusi darah, alat pembuatan tato, jarum suntik pengguna narkoba atau tindik telinga.

Fase Gejala Sipilis Pada Wanita

Seperti yang disebutkan di awal gejala sipilis pada wanita sama dengan sipilis yang biasa diderita kaum pria. Gejala yang dimaksud berupa 4 fase gejala yang berbeda yaitu Fase Primer, Fase Sekunder, Fase Laten dan Fase Tersier.

Fase pertama atau fase sipilis primer biasanya muncul semacam tukak atau luka di kulit namun tidak terasa sakit. Luka ini muncul setelah 10 hingga 90 hari setelah tubuh terinfeksi bakteri Treponema Pallidum. Sipilis pada wanita umumnya akan muncul luka di area organ intim, area mulut, amandel dan jari tangan.

Fase Sekunder merupakan gejala lanjutan dari fase primer. Pada fase ini muncul gejala gangguan fisik seperti flu, sakit kepala, demam dan nyeri persendian. Berikutnya berat badan menurun drastis diikuti oleh kerontokan rambut serta pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Setelah fase sekunder berlalu berikutnya akan berlanjut pada fase ketiga atau fase laten. Fase ini sebenarnya sangat berbahaya namun tetap tidak menunjukkan gejala atau sakit apapun.

Setelah fase laten gejala sipilis akan berlanjut pada fase terakhir atau fase tersier. Fase ini sangat berbahaya dimana bakteri sipilis sudah menyebar ke berbagai organ vital seperti otak, jantung, ginjal dan mata. Resikonya tentu saja kematian apabila tetap tidak mendapatkan perawatan medis secara serius.

Resiko Sifilis Terhadap Janin dalam Kandungan

sipilis wanitaSipilis pada wanita hamil memiliki resiko tinggi terhadap janin dalam kandungan. Penularan sipilis dari ibu ke bayi dalam kandungan ini sering disebut dengan congenital sipilis. Kemungkinan paling besar penularan terjadi melalui plasenta.

Transmisi sipilis vertikal atau penularan sipilis dari ibu ke janin ini bisa terjadi pada setiap fase. Pada fase sipilis primer kemungkinan terjadi penularan sebesar 50 persen, pada fase sekunder 50 persen sedangkan pada fase tersier hanya 10 persen.

Sebenarnya tidak akan muncul masalah serius jika sipilis pada wanita dapat dideteksi dan disembuhkan sebelum atau ditengah kehamilan.

Namun jika selama kehamilan tidak ada tindakan apapun maka sipilis akan meningkatkan gangguan pertumbuhan janin, risiko abortus spontan, cacat pada bayi (kebutaan, kaki membentuk huruf “O” dsb), bahkan kematian bayi yang baru dilahirkan.

Tindakan Pencegahan Sipilis Pada Wanita

Untuk memastikan seorang wanita hamil tidak tertular sipilis atau memastikan janin tidak tertular sipilis maka setiap ibu hamil disarankan untuk menjalani pemeriksaan VDRL serta TPHA.

Pemeriksaan ini untuk mencegah kemungkinan penularan sipilis pada wanita hamil terhadap kandungannya, terutama untuk usia kehamilan dibawah 16 minggu.

Jika tidak diperiksa atau jika infeksi sipilis baru terjadi pada kehamilan trimester terakhir, kemungkinan besar janin akan mengalami gangguan, lahir premature bahkan lahir mati.

Anak yang lahir dengan sipilis congenital umumnya tidak menunjukkan gejala yang mencolok. Gejala fisik yang dapat dilihat biasanya anak sering rewel, demam, bercak-bercak di kulit, dan pertumbuhan fisik yang tidak normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *