penyebab keputihan dan cara mengatasinya

Keputihan Patologis: Penyebab Keputihan dan Cara Mengatasinya

Posted on

Seperti yang sudah sering kita bahas, Fluor Albus atau keputihan adalah keluarnya semacam cairan (bukan darah) secara berlebihan dari organ intim wanita. keputihan sendiri dibagi menjadi dua jenis, yang pertama keputihan normal atau fisiologis dan yang kedua keputihan tidak normal atau patologis.

Untuk jenis keputihan yang normal umumnya mengandung cairan hasil dari lepasan jaringan organ intim, jaringan leher rahim, bakteri baik (lactobacillus) dan lendir endoserviks.

Keputihan normal ini merupakan peristiwa alamiah untuk membersihkan diri, berfungsi sebagai pelicin dan memproteksi organ intim dari infeksi.

Perlu diketahui, penyebab keputihan dan cara mengatasinya sangat dipengaruhi oleh siklus haid. Dengan kata lain siklus haid berpengaruh pada volume cairan yang keluar dari organ kewanitaan.

Pada fase follikel atau pematangan sel telur volume cairan keputihan cenderung meningkat dan akan mencapai puncak pada fase ovulasi. Selanjutnya tekstur dan kualitas cairan keputihan cenderung lebih kental.

Ciri-ciri Keputihan Fisiologis dan Keputihan Patologis

penyebab keputihanSebelum berlanjut membahas penyebab keputihan dan cara mengatasinya, sebaiknya kita ketahui dulu ciri-ciri keputihan yang normal dan keputihan tidak normal.

Keputihan normal atau fisiologis memiliki tekstur yang lebih encer. Warnanya sedikit putih atau cenderung bening dan tidak berbau. Keputihan fisiologis memiliki tingkat keasaman (pH) 3,8-4,5 dan tidak menyebabkan nyeri dan gatal.

Sedangkan keputihan yang tidak normal atau patologis memiliki karakteristik cairan yang lebih kental. Warnanya putih pekat bahkan kehijauan dan kekuningan.

Selain volume cairan lebih banyak, cairan keputihan ini juga berbau tidak sedap dan mengandung darah. Keputihan ini juga menimbulkan rasa gatal dan nyeri di area genital dan sekitarnya.

Penyebab Keputihan Patologis

Karena keputihan fisiologis tidak berbahaya maka kali ini kita akan bahas keputihan yang berbahaya yaitu keputihan patologis. Keputihan ini disebabkan oleh kesehatan organ intim yang kurang terjaga, penggunaan obat-obatan antibiotik dan stress.

Baca Juga:  Obat Keputihan Karena Jamur Yang Aman dan Sehat

Keputihan patologis juga disebabkan oleh infeksi akibat bakteri, parasit Trichomonas, jamur candida, gonorrhoe, virus herpes dan lain-lain.

Infeksi vagina yang menyebabkan keputihan patologis dapat menyebar keseluruh organ reprodusi bagian atas jika tidak segera ditangani. Akibatnya muncul peradangan bahkan penyumbatan lubang di saluran sistem reproduksi sehingga memicu infertilitas atau kemandulan.

Cara Mengobati Keputihan Patologis

Penyebab keputihan dan cara mengatasinya bisa dilakukan dengan obat maupun tanpa obat. Pencegahan tanpa obat bisa dilakukan dengan selalu menjaga area kewanitaan agar tetap sehat dan bersih. Sebaiknya hindari berendam di kolam renang umum. Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat dan biasakan memakai celana dalam dari bahan katun.

Pengobatan keputihan patologis dengan obat bisa dikonsultasikan dulu dengan dokter ahli.

Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan yang disesuaikan dengan penyebab keputihan tidak normal yang dialami penderita. Adapun jenis obat yang diberikan umumnya obat antibiotik dan anti-jamur.

Jika pengobatan menggunakan obat-obatan dari dokter sudah dilakukan tapi tidak juga sembuh maka perlu dilakukan pemeriksaan ulang. Keputihan patologis yang terjadi terus-menerus dan sulit diobati biasanya disebabkan oleh penyakit lain yang lebih serius, misalnya kanker leher rahim (kanker serviks).

Keputihan seperti ini biasanya ditandai dengan keluarnya cairan yang lebih banyak, berbau menyengat dan disertai darah tidak segar.

Demikian penyebab keputihan dan cara mengatasinya, untuk memastikan penyebab keputihan patologis sebaiknya melakukan pemeriksaan secret vagina juga Pap Smear.

Pada kasus tertentu mungkin dibutuhkan tes resistensi untuk mengetahui perkembangbiakan kuman.

Baca Juga:  Jenis Obat Nyeri Haid dan Penanganan Haid Secara Mandiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *