kalender masa subur

Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender Masa Subur

Posted on

Kalkulator atau kalender masa subur merupakan rumus untuk menghitung masa subur wanita pasca haid. Cara ini sering digunakan oleh wanita yang ingin kembali memiliki keturunan atau yang ingin mengatur jarak kelahiran tanpa harus menggunakan alat kontrasepsi atau KB.

Bisa juga dikatakan kalender masa subur adalah sistem perencanaan kehamilan dengan cara mencatat periode haid dengan metode tertentu, baik untuk haid yang teratur maupun yang tidak teratur.

Dalam hal ini perhitungan kalender masa subur tergantung siklus haid. Siklus haid sendiri merupakan rentang hari dari hari pertama mendapatkan haid hingga hari pertama haid di siklus selanjutnya.

Siklus haid dikatakan normal jika terjadi di rentang waktu 21-35 hari, atau rata-rata normal yaitu 28 hari. ketika hari pertama haid terjadi maka hari itu juga disebut hari pertama siklus haid.

Ovulasi dan Masa Subur

Menstruasi atau haid dimulai hari pertama ketika terjadi peluruhan dinding rahim dalam bnetuk darah yang keluar dari organ kewanitaan.

Ketika masa haid ovum atau sel telur berkembang dalam ovarium. Dan ketika sel-sel telur tersebut sudang matang maka ovarium akan melepaskannya. Kondisi ini disebut dengan ovulasi.

Proses ovulasi sendiri terjadi umumnya sejak 12-14 hari sebelum seseorang mendapatkan haid di hari pertama. Sejatinya ovulasi juga tergantung dari siklus haid. Apabila siklus haid pendek (contohnya 22 hari) ovulasi bisa saja terjadi selang beberapa hari pasca haid berakhir.

Intinya waktu terjadinya ovulasi bervariasi pada tiap wanita. Jadi untuk memperkirakan waktu ovulasi maka siklus menstruasi wajib diketahui terlebih dulu.

Menghitung Masa Subur Berdasarkan Waktu Ovulasi

masa suburSeperti dibahas sebelumnya masa subur berada di sekitar waktu ovulasi, atau sekitar 5 hari sebelum ovulasi. Kalender masa subur wanita umumnya berada di 12-16 hari sebelum siklus menstruasi berikutnya.

Disini wanita mengalami masa subur pada hari ke 10 sampai ke 17 sejak hari pertama haid sebelumnya.

Namun ini hanya berlaku untuk wanita dengan siklus haid teratur (28 hari). Untuk siklus haid yang tidak teratur harus menggunakan rumus tersendiri berdasarkan penghitungan siklus haid terpendek dan terpanjang.

Bagi wanita yang memiliki siklus haid tidak teratur maka rumus kalender masa subur yang digunakan berbeda dengan mereka yang memiliki siklus haid teratur.

Untuk menentukan kapan puncak masa subur maka harus diketahui siklus haid setidaknya 6 bulan, lalu menghitung masa subur dengan rumus: “Masa subur pertama adalah jumlah hari di siklus terpendek dikurangi 18 hari”. “Masa subur terakhir adalah jumlah hari di siklus terpanjang dikurangi 11 hari”.

Contoh:

Jika siklus haid tidak teratur yang dialami memiliki siklus terpanjang 34 hari dan siklus terpendek 27 hari, maka penghitungan masa suburnya adalah:

Masa subur pertama: 27 – 18 = hari ke 9
Masa subur terakhir: 34 – 11 = hari ke 23

Menghitung Masa Subur dengan Indikator Lain

Selain menggunakan kalender masa subur, prediksi hari paling subur bisa menggunakan indikator lain, misalnya dengan mengacu pada suhu basal tubuh yang meningkat atau adanya lendir yang keluar dari mulut rahim.

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh ketika bangun pagi dimana suhu normal berada di 35,5 sampai 36,6 derajat Celsius. Hanya saja suhu bisa lebih meningkat dari angka tersebut. Hal ini mengindikasikan wanita telah mengalami masa ovulasi pada 1 sampai 2 hari terakhir.

Indikator prediksi masa subur lainnya yaitu dengan adanya lendir di mulut rahim.

Lendir bisa berbentuk basah, semi-transpran hingga kental. Lendir tersebut menunjukkan telah terjadi perubahan hormon estrogen yang mengindikasikan ovulasi segera terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *