tes darah

Kenali Lebih Dekat Tentang Laju Endap Darah Tinggi

Posted on

Saat sedang melakukan pemeriksaan darah, beberapa dari Anda pasti pernah mendapatkan keadaan laju endap darah tinggi. Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) atau pemeriksaan laju endap darah memang sering sekali dilakukan untuk mendiagnosa penyakit atau mengecek kondisi kesehatan Anda.

Kegiatan pemeriksaan pendendapan darah ini biasanya dilakukan dengan memasukan darah ke tabung selama kurang lebih 1 jam. Pengecekan ESR juga bisa menggunakan metode Wintrobe dan Westergen.

Namun, menurut beberapa ahli dan dokter, metode Westergen disebut lebih memberikan hasil yang lebih akurat. Nantinya, hasil pengecekan bisa menunjukan laju endap darah tinggi atau rendah.

Apa Itu Laju Endap Darah Tinggi?

tes darah rendahSaat melakukan pengecekan laju endap, Anda mungkin bingung mengapa hasil bisa begitu tinggi? Apakah Anda mengalami sebuah penyakit atau gangguan lainnya? Laju endap darah (LED) merupakan kecepatan sel-sel darah merah untu bisa mengendap di dalam tabung.

Biasanya hal ini dihitung dengan satuan mm/jam dengan pengaruh gravitasi. Laju endap dara bisa dilakukan dengan metode Wintrobe dan Westergen.

Pada metode Wintrobe, kecepatan darah untuk pria biasanya 0-10 mm/jam, sedangkan wanita 0-20 mm/jam. Untuk metode Westergen, nilai pria 0-10 mm/jam, sedangkan wanita 0-15 mm/jam.

Pengecekan laju endap sering sekali dilakukan untuk memeriksa kesehatan seseorang. Pasalnya, setiap detik, darah di dalam tubuh kita selalu terus-menerus mengalir ke seluruh tubuh dan organ sambil mengangkut oksigen, nutrisi, gizi, dan lainnya untuk proses metabolisme.

Oleh karena itu, LED sering dijadikan acuan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Apabila laju tinggi terjadi ketika jumlah sel darah merah yang mengendap banyak.

Umumnya, tinggi atau rendahnya LED seseorang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tubuh kita. Jika Anda terkena radang atau penyakit lainnya, endap darah bisa menjadi tinggi.

Baca Juga:  7 Gerakan Yoga Untuk Mengecilkan Perut Yang Perlu Dicoba

Faktor Penyebab Laju Endap Darah Tinggi

Laju endap darah tinggi selain disebabkan karena kondisi tubuh juga disebabkan oleh beberapa faktor lain. Faktor internal dari plasma darah, sel darah merah, dan teknik pengecekan juga bisa mempengaruhi hasil seseorang. Bahkan, beberapa penelitian menyebut kadar fibrinogen dalam darah menjadi faktor utama kondisi ini.

Fibrinogen adalah protein yang berasal dari produktivitas hati. Fungsinya pun sangat penting saat proses pembekuan darah. Itulah mengapa mungkin fibrinogen juga berperan dalam menentukan kondisi LED.

Semakin tinggi jumlah fibrinogen, semakin tinggi pula laju darah Anda. Lalu, apa saja faktor lainnya yang menyebabkan laju bisa menjadi tinggi? Simak berikut penjelasannya.

faktor usiaFaktor Usia

Salah satu faktor yang menyebabkan kita memiliki laju endap darah tinggi adalah usia kita. Di usia tua, lajuĀ  kita biasanya bisa menjadi tinggi. Dengan bertambahnya umur, acuan lau endap darah (LED) pun juga berubah.

Untuk pria berusia 50 tahun keatas, acuan yang normal berkisar 0-20 mm/jam. Sedangkan, wanita dengan usia lebih dari 50 tahun menggunakan acuan 0-30 mm/jam.

Kondisi Hamil

Hamil ternyata juga bisa menjadi penyebab kondisi laju pada tubuh kita menjadi lebih tinggi. LED yang tinggi memang sering ditemukan pada wanita hamil. Pasalnya, saat hamil, tubuh akan lebih tinggi memproduksi fibrinogen.

Seperti yang sudah dijelaskan, fibrinogen menjadi salah satu faktor utama LED tinggi. Tak hanya itu, wanita hamil juga biasanya mengalami peningkatan jumlah cairan pada pembuluh darahnya. Meningkatknya jumlah fibrinogen dan cairan plasma lah yang membuat LED Anda menjadi meningkat.

Infeksi

infeksiHal ketiga yang menyebabkan LED tinggi adalah infeksi pada tubuh kita. Pengecekan LED sering digunakan untuk mengecek kondisi acute phase reactant, yaitu substansi darah yang bisa meningkatkan respon terhadapa kerusakan sel, kanker, luka operasi dan bakar, trauma, dan juga infeksi. Jadi, jika tubuh Anda mengalami hal-hal tersebut, LED bisa menjadi lebih tinggi. Namun, LED biasanya tinggi hanya dalam pemeriksaan 24 jam pertama.

Baca Juga:  Manfaat Senam Kegel & Cara Latihan Kegel Untuk Pria

Anemia

Anemia atau penyakit kekurangan darah memang sering dihubungkan dengan LED tinggi. Hal ini terjadi karena jumlah sel darah merah lebih sedikit dibandingkan dengan plasma darah di dalam pembuluh darah. Kondisi ini membuat kecepatan aliran sel darah merah menjadi meningkat dan LED menjadi tinggi.

radangRadang

Seperti yang telah disebutkan, LED yang tinggi juga bisa disebabkan karena kondisi radang atau inflamasi pada tubuh. Kondisi ini membuat respon inflamasi meningkatkan produktivitas fibrinogen. Peradangan yang dimaksud disini bisa berupa radang tenggorakan atau radang kulit.

Kondisi Teknis

Selain kelima faktor diatas, ada juga faktor teknis yang bisa menyebabkan LED tinggi. Faktor teknis biasanya berhubungan dengan proses pengecekan LED seperti proses pengenceran, suhu ruangan, letak tabung, dan lainnya.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, Anda bisa melakukan beberapa kali pengecekan pada tempat yang berbeda. Jika hasilnya sama atau selisih LED tidak terlalu jauh, maka bisa dipastikan hasil tersebut benar.

Cara Mengetahui Laju Endap Darah Tinggi

Untuk mengetahui kondisi LED, Anda haruslah melakukan pengecekan ke dokter. Jika nilai LED Anda jauh diatas acuan, berarti Anda mengalami LED tinggi.

Jika kondisi LED Anda lebih dari 100 mm/jam, ini artinya ada beberapa hal yang tidak beres terjadi pada diri Anda. Angka ini merupakan peningkatan LED yang ekstrim yang bisa disertai infeksi sendi atau sendi jantung.

Beberapa penyakit seperti radang, pusing, nyeri wajah, gangguan penglihatan, dan lainnya juga bisa menyerang Anda saat kondisi LED tinggi.

gejala darahDemam menjadi hal yang paling sering dialiami saat seseorang memiliki LED yang tinggi. Demam bisa berasal dari gangguan radang, infeksi, kecanduan narkotika dan obat, atau kanker. Laju endap darah yang tinggi juga bisa menandakan tubuh Anda terkena infeksi kulit, influenza, atau radang tenggorokkan.

Baca Juga:  Ini Penyebab BAB Keluar Darah Paling Berbahaya

Tak hanya itu, LED ternyata juga bisa menjadi acuan untuk menilai perkembangan beberapa penyakit seperti arteritis temporal, infeksi, dan lainnya. Saat mendapatkan hasil LED tinggi, cobalah untuk tidak panik dan segeralah untuk lakukan pemeriksaan lanjut.

Untuk mendapatkan hasil yang spesifik, hasil LED harus dihubungkan dengan pemeriksaan klinis dan juga pemeriksaan fisik.

Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa LED tinggi terjadi karena beberapa faktor internal dan eksternal. Jika Anda mendapatkan LED tinggi beserta keluhannya, cobalah untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut disertai pemeriksaan lainnya. Jangan dulu panik saat Anda memiliki LED yang tinggi, karena ini bukanlah respon spesifik dari sebuah penyakit.

Selain itu, cobalah untuk memulai gaya hidup sehat agar LED Anda menjadi normal kembali. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan penuh nutrisi untuk kesehatan sel darah Anda. Selain itu, berolahraga setiap hari juga bisa membantu peredaran darah menjadi lancar dan menyehatkan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *