gejala herpes

Gejala Herpes Zoster, Faktor Komplikasi dan Pengobatan

Posted on

Penyakit Herpes Zoster disebabkan oleh virus yang sama seperti virus penyebab penyakit cacar air yaitu virus varisela zoster. Lebih jelasnya, setelah cacar air sembuh sebenarnya virus varisela masih bertahan di sekitar tulang belakang atau di area tulang tengkorak. Ketika imunitas atau daya tahan tubuh melemah maka virus dapat kembali aktif dan menyebabkan Herpes Zoster.

Ciri-ciri dan Gejala Herpes Zoster

Gejala Herpes Zoster biasanya bermacam-macam rasa sakit, namun yang lebih menonjol biasanya rasa panas seperti terbakar di kulit atau seperti tertusuk benda tajam. Di kesempatan yang lain mungkin timbul rasa gatal bahkan mati rasa di bagian kulit yang terinfeksi.

Gejala Herpes berikutnya akan muncul ruam dan tak lama berubah menjadi gelembung berisi cairan mirip cacar air disertai rasa gatal.

Beberapa hari kemudian lepuhan akan mengempis dan mengering namun berubah jadi koreng.

Gejala awal penyakit ini sebetulnya bervariasi, bahkan ada yang merasakan nyeri tapi tidak terdapat ruam di kulit. Namun secara umum Herpes ditandai dengan rasa lelah berlebihan, tidak enak badan, demam, sakit kepala dan sensitif terhadap cahaya.

Sebenarnya Herpes Zoster bukan penyakit berbahaya karena bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 – 4 minggu. Namun untuk mencegah komplikasi atau infeksi sekunder sebaiknya segera menghubungi dokter jika mengalami gejala-gejala klinis di atas.

herpes

Siapa yang Lebih Berisiko Terhadap Herpes Zoster?

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengapa virus varisela bisa kembali aktif pasca cacar air sembuh. Namun demikian ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Adapun faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena virus varisela zoster yaitu:

Faktor usia. Secara umum gejala Herpes meningkat pada seseorang seiring bertambahnya usia. Hal ini cukup beralasan mengingat kebanyakan penderita Herpes Zoster adalah mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Baca Juga:  Mengetahui Ciri Ciri Penyakit Sipilis dan Resikonya

Imunitas tubuh menurun. Seseorang yang daya tahan tubuhnya terus menurun sangat rentan dengan Herpes Zoster.

Sistem kekebalan tubuh menurun bisa disebabkan oleh banyak hal seperti penggunaan obat steroid jangka panjang, virus HIV, atau penderita yang sedang menjalani kemoterapi.

Yang perlu digarisbawahi, Herpes Zoster tidak menular. Hanya saja jika seseorang belum pernah menderita penyakit cacar air lalu mengalami kontak langsung dengan pasien Herpes Zoster, maka besar kemungkinan ia akan tertular virus varisela zoster lalu terkena penyakit cacar air.

Disarankan bagi penderita Herpes Zoster untuk menghindari kontak langsung dengan mereka yang memiliki daya tahan tubuh tidak stabil seperti ibu hamil atau bayi yang baru dilahirkan.

Pengobatan Herpes Zoster

Pengobatan Herpes Zoster secara medis hanya bisa dilakukan dengan cara mempercepat penyembuhan sekaligus mencegah risiko terjadinya komplikasi. Pengobatan yang dimaksud menggunakan obat antivirus, misalnya Valacyclovir atapun Acyclovir.

Jenis obat ini bekerja lebih efektif jika diberikan 3 hari pasca ruam muncul. Jika kemungkinan pasien memiliki risiko komplikasi, obat bisa diminum 7 hari sebelum munculnya ruam. Pemberian obat sendiri biasanya hingga 7 – 10 hari.

Penanganan sedini mungkin terhadap Herpes Zoster yaitu rasa panas dan nyeri dan mampu mengurangi risiko komplikasi gangguan syaraf. Rasa panas dan nyeri dapat diatasi dengan beberapa jenis obat yang diresepkan oleh dokter.

Obat yang dimaksud misalnya berbagai macam obat pereda nyeri seperti ibuprofen, kodein, dan paracetamol. Biasanya dokter juga memberikan obat antidepresan trisiklik (TCA) seperti nortriptyline, amitriptyline dan imipramine.

Pada kasus tertentu dokter perlahan-lahan akan meningkatkan dosis obat ini sampai rasa nyeri hilang.

Baca Juga:  Waspadai Penyakit Pada Sistem Reproduksi Wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *