fase menstruasi

Fase Menstruasi Untuk Siklus Menstruasi Normal

Posted on

Setiap satu bulan sekali hampir semua wanita subur mengalami siklus menstruasi. Siklus ini umumnya berbeda-beda untuk tiap-tiap wanita dan biasanya berlangsung rata-rata 28 hari, meski untuk 25-35 hari masih bisa dibilang normal.

Menstruasi atau juga disebut haid adalah proses alamiah peluruhan rahim dari sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma. Adapun proses menstruasi sangat berkaitan dengan sistem koordinasi organ reproduksi dimana melibatkan sejumlah hormon reproduksi.

Fase menstruasi serta berbagai jenis hormon yang berperan aktif pada proses siklus menstruasi tersebut bisa Anda simak dibawah ini.

Follikuler atau Fase Pra-ovulasi

Yang pertama kita bahas untuk fase menstruasi ini yaitu fase pra-ovulasi atau follikuler. Biasanya fase ini terjadi pada siklus menstruasi hari ke 5 sampai dengan hari ke 15.

Adapun hormon yang terlibat pada fase ini adalah Gonadotrophin Releasing Hormone atau disingkat GnRH. Hormon ini disekresikan oleh Hipotalamus.

Dalam hal ini GnRH bertugas merangsang Hipofisis Anterior untuk kemudian mensekresikan Follikel Stimulating Hormon (FSH). FSH inilah yang merangsang tumbuhnya follikel pada ovarium. Disini hanya ada satu follikel yang nantinya tumbuh menjadi ovum / sel telur. Follikel tersebut pada akhirnya akan mensekresikan hormon esterogen.

Ovulatoir atau Fase Ovulasi

Fase menstruasi berikutnya yaitu fase ovulasi (ovulatoir) yang biasanya terjadi pada hari ke 15. Fase ovulasi ditandai dengan meningkatnya hormon estrogen hasil dari sekresi follikel pada fase sebelumnya (fase pra-ovulasi).

Kondisi ini mengakibatkan kadar Follikel Stimulating Hormon menurun sehingga mengakibatkan Hipotalamus mensekresi GnRH. Berikutnya GnRH merangsang Hipofisis Anterior untuk mensekresikan Luteinizing Hormone (LH). LH inilah yang kemudian membantu pemasakan follikel untuk membebaskan sel telur.

Fase Pasca Ovulasi

Fase siklus menstruasi berikutnya yaitu fase pasca ovulasi. Fase pasca ovulasi sendiri berlangsung mulai dari hari ke 15 sampai hari ke 28. Pada fase ini follikel yang sudah membebaskan sel telur berubah menjadi Corpus Luteum.

Berikutnya Corpus Luteum mensekresi hormon Progesterone. Hormon ini mempunyai beberapa fungsi terutama untuk melindungi endometrium.

Hormon progesterone akan memelihara pertumbuhan endometrium sehingga siap menerima penanaman embrio. Hanya saja jika ovum atau sel telur tidak dibuahi maka Corpus Luteum akan mengalami degenerasi menjadi Corpus Albikan. Kondisi ini akan membuat sekresi hormon estrogen maupun progesterone semakin menurun.

Sebaliknya sekresi Follikel Stimulating Hormone maupun Luteinizing Hormone kembali naik.

Fase Menstruasi

Fase menstruasi adalah fase terakhir pada siklus menstruasi. Fase ini umumnya terjadi di hari ke 29. Fase menstruasi ini terjadi akibat sel telur yang sudah dibebaskan oleh follikel tidak dibuahi oleh sel spermatozoid.

Dalam kondisi tersebut Corpus Luteum akan luruh dan berubah menjadi Corpus Albikans. Berikutnya Corpus Albikans mensekresikan hormon estrogen. Akibat sekresi estrogen tersebut maka hormon progesterone akan berkurang jumlahnya.

Bersamaan dengan menurunnya jumlah hormon progesterone mengakibatkan dinding endometrium luruh bersama ovumĀ atau sel telur. Maka selanjutnya terjadi apa yang disebut dengan menstruasi atau perdarahan.

Dalam hal ini berarti tidak akan terjadi fase menstruasi apabila sel telur atau ovum terbuahi oleh sel sperma.

Hal ini karena jika pembuahan sperma atas sel telur terjadi maka Corpus Luteum tidak akan mensekresikan hormon progesterone tetapi mensekresikan hormon Humane Chorionic Gonadotropin (HCG).

Informasi tentang fase menstruasi diatas sifatnya umum. Karena seperti yang disebutkan diawal lama siklus menstruasi antara satu wanita dan wanita lain berbeda-beda.

Namun selama fase siklus menstruasi terjadi dalam rentang waktu 28 hari maka tidak akan muncul masalah apapun, termasuk keputihan pathogen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *