keputihan berwarna hijau

Bahaya Keputihan Berwarna Hijau (Keputihan Vulvoginitis)

Posted on

Keputihan memang hal biasa yang terjadi pada wanita selama itu dalam kategori normal. Lain halnya jika keputihan warnanya berubah hijau, berbau, disertai rasa gatal tentu ini menjadi masalah serius. Belum lagi rasa lengket dan terlalu lembab akibat keputihan kadang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Keputihan berwarna hijau disebut juga dengan vulvoginistis. Yaitu keputihan yang disebabkan oleh radang area organ intim dan vulva wanita.

Peradangan ini terjadi karena berbagai hal, misalnya terlalu banyak terkontaminasi bahan kimia (sabun, pelembut, pemutih, pewangi).

Pembalut yang menggunakan bahan pelembut dan pewangi biasanya juga mengakibatkan keputihan vulvoginistis. Hal-hal lain yang memicu peradangan adalah bakteri, virus dan protozoa.

Bagaiamana Keputihan Bisa Berwarna Hijau?

Seperti yang disebutkan diatas jenis keputihan vulvoginistis menghasilkan lendir keputihan berwarna hijau. Warna hijau ini disebabkan oleh jamur maupun bakteri yang tumbuh subur di organ kewanitaan sehingga membuat organ intim menjadi rusak.

Keputihan vulvoginistis atau keputihan berwarna hijau digolongkan sebagai keputihan patologis yang cukup berbahaya. Parasit Trcihomonas Vaginalis yang memicu keputihan ini sehingga membuatnya berwarna hijau muda, terasa gatal dan berbau.

Parasit tersebut berkembang di area organ intim sehingga berpotensi mengganggu pH (keasaman) pada organ intim. Kondisi ini jika dibiarkan bisa memicu kanker leher rahim (kanker serviks) yang sangat mematikan.

Cara Mencegah Keputihan Berwarna Hijau

Cara mengobati keputihan berwarna hijau banyak ditemukan di berbagai media online. Namun untuk kasus yang serius sebaiknya jangan terlalu ambil resiko. Segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Pengobatan harus dilakukan sebelum kondisi semakin parah.

Jenis keputihan yang berwarna hijau cenderung kecoklatan adalah keputihan yang sudah bercampur dengan darah dan nanah. Keputihan seperti ini akan sangat berbahaya bila dialami ibu hamil karena bisa membawa cacat pada janin dalam kandungan.

Baca Juga:  Macam Macam Keputihan dan Penyebabnya

Wanita hamil yang mengalami keputihan vulvoginistis juga beresiko tinggi mengalami keguguran. Tentunya dengan mengunjungi dokter secepatnya adalah langkah bijak untuk mengurangi resiko buruk yang mungkin akan terjadi.

Selalu Menjaga Kebersihan

Sebenarnya kasus keputihan berwarna hijau gatal dan berbau ini dapat dicegah. Tentunya dengan selalu menjaga kebersihan, terutama kebersihan organ kewanitaan. Satu contoh, jika ingin mengganti pembalut atau celana dalam pastikan mencuci tangan terlebih dulu sampai bersih.

Jangan sesekali menaburi area kewanitaan dengan bedak karena partikel-partikel halus pada bedak justru dapat memicu tumbuhnya jamur.

Hindari menggunakan sabun yang menggunakan bahan kimia dengan aroma wangi menyengat. Sebaliknya gunakan sabun dari bahan-bahan alami sehingga organ kewanitaan terbebas dari kemungkinan tumbuhnya jamur.

Biasakan membersihkan organ kewanitaan setelah buang air kecil atau besar menggunakan air bersih. Jangan menyemprotkan parfum atau wangi-wangian jenis apapun di area kewanitaan.

Jika Anda terlanjur mengalami keputihan berwarna hijau sebaiknya menunda dulu hubungan intim dengan pasangan. Hal ini untuk mencegah organ intim dari infeksi yang semakin parah. Tunggu hingga proses penyembuhan selesai karena jika tidak maka Anda berpotensi menularkan penyakit kelamin pada pasangan.

Selalu memakai celana dalam yang kering dan bersih merupakan awal yang bagus untuk menghindari keputihan berwarna hijau karena kelembaban area organ intim tetap terjaga.

Saat menstruasi pilih produk pembalut yang tidak memiliki aroma berlebihan dan tidak menggunakan bahan pelembut.

Jika Anda merasa organ intim sudah terlalu lembab dan basah segera ganti celana dalam dengan yang lebih bersih dan kering. Ingat, upaya pencegahan jauh lebih mudah dibanding jika anda harus mengobati keputihan vulvoginitis secara medis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *